UMKM Kebab Turkey Mojokerto Buktikan Akuntansi Sederhana Bisa Dongkrak Laba Hingga 25 Persen

Infomojokerto.id – Di tengah ketatnya persaingan usaha kuliner, penerapan akuntansi sederhana terbukti mampu menjadi kunci efisiensi bagi pelaku usaha mikro. Hal ini dibuktikan oleh UMKM Kebab Turkey di Kabupaten Mojokerto, yang sukses meningkatkan laba bersih hingga 25 persen setelah menerapkan sistem pencatatan keuangan sederhana selama tiga bulan.

Pada awal berdiri, usaha kebab ini sempat menghadapi berbagai kendala pengelolaan keuangan. Selama dua tahun pertama, pemilik usaha hanya mengandalkan perkiraan untuk menentukan harga jual dan menghitung keuntungan. Akibatnya, pengeluaran sering kali tidak terkontrol dan modal kerap tidak seimbang dengan pendapatan.

“Dulu semua serba kira-kira, jadi sering bingung uangnya habis ke mana. Setelah ikut pelatihan akuntansi sederhana dari Dinas Koperasi dan UMKM, kami mulai paham pentingnya pencatatan,” ujar pemilik UMKM Kebab Turkey, saat ditemui di tempat usahanya di Mojokerto oleh Putri Amelia Mahasiswa S-1 Akuntansi STIE Al-Anwar dalam pemenuhan tugas kuliah Laboratorium Akuntansi yang diampu Dr. Latif Syaipudin.

Kini, pelaku usaha tersebut rutin membuat laporan arus kas, neraca, dan laba rugi bulanan menggunakan aplikasi digital BukuKas. Dari hasil pencatatan tersebut, diketahui bahwa sekitar 60 persen pengeluaran bulanan sebelumnya dihabiskan untuk pembelian bahan baku berlebih dan biaya operasional yang tidak tercatat. Dengan adanya data keuangan yang akurat, pelaku usaha dapat menyesuaikan pembelian bahan, mengontrol pengeluaran, dan menetapkan harga jual yang lebih efisien.

Penerapan sistem akuntansi sederhana juga membawa dampak positif lain, yakni meningkatnya kepercayaan lembaga keuangan. Kini, UMKM Kebab Turkey lebih mudah mendapatkan akses pembiayaan karena memiliki laporan keuangan yang rapi dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menurut hasil penelitian Rahmawati dan Susanto (2022), penerapan akuntansi sederhana memang berpengaruh positif terhadap kemampuan UMKM memperoleh modal eksternal. Sementara itu, teori Mulyadi (2016) menegaskan bahwa akuntansi adalah bahasa bisnis yang membantu pelaku usaha dalam membuat keputusan ekonomi secara rasional.

Pemerintah sendiri terus mendorong pelaku UMKM untuk bertransformasi menuju digitalisasi sistem keuangan, termasuk dalam hal pencatatan akuntansi. Melalui aplikasi seperti BukuKas dan Mekari, pelaku usaha dapat memantau tren penjualan, efisiensi biaya, hingga arus kas secara real time.

Bagi UMKM seperti Kebab Turkey, akuntansi sederhana bukan sekadar alat administratif, tetapi sudah menjadi pondasi bisnis modern. Dengan sistem yang terstruktur, mereka kini mampu bersaing lebih kuat di pasar kuliner lokal dan siap memperluas jangkauan ke tingkat nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *