Infomojokerto.id – Jagat media sosial Kabupaten Mojokerto ramai membahas isu pungutan biaya pengambilan kendaraan usai kecelakaan di Ngoro. Perbincangan itu muncul dari unggahan yang menyebut adanya drama uang di Info Lantas Mojokerto.
Kasi Humas Polres Mojokerto Iptu Suyanto mengonfirmasi penanganan kasus kepada admin medsos lokal. Ia meluruskan informasi yang beredar agar tak menimbulkan keresahan warga.
Insiden terjadi Rabu 4 Maret 2026 sekitar pukul 08.15 WIB di jalan utama Ngoro depan Klinik Mitra Wonosari. Sepeda motor Honda Vario S-5794-NBI yang dikendarai Syaiful Anam bersenggolan dengan Honda Supra W-4014-PB milik M Miftahul Kharisma.
Unit Lantas Polsek Ngoro menerbitkan berkas awal di lokasi. Proses mediasi dilakukan setelah memeriksa keterangan pengendara dan saksi di sekitar klinik.
Kedua pengendara memilih penyelesaian secara kekeluargaan. Kesepakatan itu dicatat petugas sebagai dasar penghentian proses tilang lanjutan.
Syaiful Anam menegaskan pengambilan motor di Polsek Ngoro tanpa pungutan apapun. Pernyataan itu menjadi rujukan utama bantahan terhadap narasi negatif di platform percakapan.
Kutipan langsung dari Iptu Suyanto melalui akun Info Lintas Mojokerto ditegaskan: “Menindak lanjuti postingan di medsos tentang kejadian kecelakaan pada hari Rabu tanggal 4 maret 2026 sekira jam 08.15 Wib di jalan utama ngoro depan klinik Mitra Wonosari antara sepeda motor vario nopol S-5794-NBI yang dikendarai Sdr. Syaiful Anam dengan sepeda motor honda supra nopol W-4014-PB yang dikendarai Sdr. M Miftahul Kharisma, Dan sudah ditangani oleh unit lantas Polsek Ngoro serta pada kejadian tersebut di sepakati untuk di selesaikan secara kekeluargaan Selanjutnya Sdr. Syaiful Anam menyatakan untuk pengambilan kendaraan di Polsek Ngoro tidak di mintai biaya sehingga berita yang mengatakan di mintai biaya tersebut di pastikan tidak benar (Hoaxs).”
Warga Ngoro menyambut klarifikasi itu di kolom komentar. Beberapa akun menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Polres Mojokerto merespons isu viral.
Polsek Ngoro mendorong pengendara melapor resmi jika menemukan pungutan di luar ketentuan. Laporan warga membantu pengawasan internal dan tindak lanjut etik.
Kecelakaan di ruas Ngoro mengingatkan pentingnya helm, spion, dan kecepatan aman. Titik depan Klinik Mitra Wonosari cukup ramai pada jam masuk kerja.
Mediasi kekeluargaan dipilih karena kerugian materi terbatas dan tidak ada korban luka serius. Kedua pihak saling memahami kondisi di lapangan.
Humas Polres mengimbau warganet memeriksa informasi ke sumber resmi sebelum membagikan ulang. Hoaks kecil bisa memicu salah paham yang melebar.
Admin ILM menambahkan catatan pada unggahan lama agar pembaca baru melihat konteks lengkap. Langkah itu menahan spekulasi lanjutan.
Bagi warga yang butuh konfirmasi cepat, layanan call center Polres Mojokerto tetap aktif. Petugas piket siap memberi penjelasan prosedur lantas.
Kasus Ngoro ditutup dengan kesepakatan dan klarifikasi terbuka. Polisi berharap warga tetap tenang, kritis, dan tidak mudah termakan kabar parsial.









