Di Bawah Kompas KH. Ma’mun & Nahkoda H. Sampirno, MWC NU Sooko Bangkit dan Gedung Rampung Lantai 2

Infomojokerto.id – Kepemimpinan H. Sampirno, sebagai Ketua Tanfidziyah MWC NU Sooko masa khidmah 2021-2026 mendapat apresiasi luas dari warga Nahdliyyin. Kinerjanya dinilai membawa lompatan kemajuan signifikan.

Apresiasi itu disampaikan Gus M. Robi’in, warga NU Sooko. Ia menilai kemajuan MWC NU Sooko 5 tahun terakhir buah sinergi Syuriyah-Tanfidziyah.

“Ra’is Syuriyah KH. Ma’mun, A.R memegang kompas ideologi, memberi arah, wasiat, dan doa. Sementara Ketua Tanfidziyah H. Sampirno, mengeksekusi di lapangan,” ujarnya.

Di bawah bimbingan KH. Ma’mun, A.R selaku Ra’is Syuriyah dan nahkoda H. Sampirno, kerukunan internal NU Sooko menguat. Sekat antar ranting yang dulu tebal kini mencair.

Kebersamaan juga tumbuh antara Banom, Lembaga, dan pengurus harian. Kalender kegiatan MWC hidup, tidak lagi sekadar kantor administrasi.

Bukti nyata sinergi itu terlihat dari infrastruktur. Gedung Kantor MWC NU Sooko kini berdiri representatif dan menjadi marwah warga NU kecamatan Sooko.

Saat ini proses pembangunan lantai 2 sedang berjalan. Di bawah restu Syuriyah dan eksekusi Tanfidziyah, gedung ditargetkan rampung agar layak jadi pusat gerak jam’iyyah.

“Gedung ini wujud nyata. Atas arahan KH. Ma’mun, A.R dan kerja keras H. Sampirno, dari mimpi jadi tiang, dari tiang jadi rumah besar warga Nahdliyyin,” tegas Gus Robi’in.

Ia optimis pembangunan lantai 2 lancar dan sukses hingga benar-benar representatif. Gedung diharapkan jadi pusat khidmah dan konsolidasi warga NU Sooko.

Ketokohan H. Sampirno juga diuji di penghujung masa jabatan. Sejumlah kritik muncul dari oknum tertentu, namun responnya menuai pujian.

Beliau memilih jalan muhasabah dan introspeksi, selaras tuntunan Syuriyah. “Beliau tidak defensif, tidak membalas. Justru beliau berterima kasih atas kritik dan saran,” jelasnya.

Bagi H. Sampirno, kritik adalah kaca untuk menutup kekurangan. Itu adab pemimpin Aswaja yang selalu dibimbing KH. Ma’mun, A.R. Tidak membalas api dengan api, tapi membalas kritik dengan perbaikan.

Sikap tersebut dinilai mencerminkan kepemimpinan Yudistira: adem, legowo, dan mengedepankan kemaslahatan jam’iyyah di atas ego pribadi.

Mengingat banyak program strategis belum tuntas, termasuk penyelesaian lantai 2 dan penguatan ekonomi NU, warga berharap H. Sampirno lanjut periode kedua.

“Kapal MWC NU Sooko sudah kencang lajunya. Kompasnya dipegang KH. Ma’mun, A.R, nakhodanya sudah hafal ombak dan karang yaitu H. Sampirno,” pungkasnya.

Warga NU Sooko menegaskan siap mengawal dan membantu kepemimpinan H. Sampirno ke depan. “Karena memimpin NU bukan kerja satu orang. Ini kerja jam’iyyah,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *