“Bukan Digantikan AI”: Microsoft PHK 2,1% Karyawan di Tengah Dorongan Otomatisasi

Infomojokerto.id – Microsoft resmi memangkas sekitar 4.800 karyawan di seluruh dunia. Jumlah itu setara 2,1 persen dari total tenaga kerjanya.

Langkah efisiensi ini diumumkan di tengah dorongan besar perusahaan untuk berinvestasi pada teknologi kecerdasan buatan AI.

Sebagian besar karyawan yang terdampak berasal dari dua lini utama: divisi komersial Microsoft dan unit bisnis Xbox.

Dampaknya juga terasa di industri gim. Microsoft memutuskan melepas empat studio gim di bawah naungan Xbox.

Keempat studio itu akan beroperasi secara mandiri atau dialihkan ke pemilik baru.

Keputusan ini diambil karena tekanan pada bisnis langganan. CEO Xbox Asha Sharma menyebut pertumbuhan pelanggan Xbox Game Pass melambat.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan utama restrukturisasi pada lini bisnis gim.

Di sisi lain, Microsoft justru menambah belanja besar untuk AI. Investasi digelontorkan ke pembangunan pusat data baru.

Perusahaan juga memperkuat pasokan energi dan pengadaan chip akselerator. Tujuannya untuk mendukung infrastruktur AI global.

Executive Vice President Microsoft, Amy Coleman, meluruskan alasan PHK kali ini.

Ia menegaskan gelombang pemutusan hubungan kerja bukan karena posisi karyawan digantikan AI.

“Namun, ia mengakui perkembangan otomatisasi telah mengubah cara industri teknologi bekerja dan menuntut perusahaan maupun karyawan untuk terus beradaptasi,” demikian pernyataannya.

Pernyataan itu menegaskan bahwa AI lebih mengubah alur kerja, bukan menghapus peran manusia secara langsung.

Analis menilai langkah Microsoft mencerminkan tren industri teknologi 2026. Perusahaan memangkas biaya operasional non-inti untuk fokus ke AI.

Dengan efisiensi ini, Microsoft berharap dapat menjaga margin keuntungan sekaligus mengejar persaingan infrastruktur AI melawan Google, Amazon, dan Nvidia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *