infomojokerto.id – Onimusha: Way of the Sword adalah sebuah game aksi terbaru dari Capcom yang menghidupkan kembali seri klasik Onimusha setelah lama vakum. Game ini dijadwalkan rilis pada tahun 2026 untuk PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan PC.
Mengusung latar era Edo di kota Kyoto yang diliputi awan kegelapan bernama “Malice”, dunia dalam game ini dipenuhi oleh makhluk iblis Genma. Pemain akan berperan sebagai Miyamoto Musashi, pendekar legendaris Jepang yang digambarkan dengan wajah aktor ikonik Toshiro Mifune. Musashi tidak hanya mengandalkan keterampilan pedangnya, tetapi juga kekuatan mistis dari Oni Gauntlet, sarung tangan yang mampu menyerap jiwa musuh dan mengubahnya menjadi energi yang berguna.
Desain pertarungan dalam game ini digambarkan dengan penuh bobot dan realistis. Setiap ayunan pedang, baik dengan satu tangan maupun dua tangan, terasa berat dan menuntut konsentrasi penuh. Sistem duel dibuat intens, dengan mekanik parry dan deflect yang memberikan kepuasan tersendiri ketika berhasil dilakukan. Saat musuh kehabisan stamina, pemain bisa melancarkan teknik Break Issen, serangan pamungkas yang dramatis dan menghancurkan. Lingkungan juga bisa dimanfaatkan, misalnya menggunakan meja sebagai perisai atau jebakan untuk menjatuhkan lawan.
Selain aksi, game ini memperkenalkan sistem pengelolaan jiwa musuh yang diserap melalui Oni Gauntlet. Ada tiga jenis jiwa yang bisa digunakan: kuning untuk memulihkan kesehatan, merah untuk meningkatkan kekuatan, dan biru untuk mengaktifkan senjata Oni. Dengan kemampuan tambahan bernama Oni Vision, pemain dapat melihat posisi musuh dan menyusun strategi sebelum bertarung.
Secara visual, Onimusha: Way of the Sword menggunakan RE Engine, teknologi andalan Capcom yang juga dipakai dalam Resident Evil. Hasilnya adalah grafis sinematik dengan detail halus, animasi motion capture dari pendekar nyata, dan latar yang terinspirasi langsung dari kuil-kuil bersejarah Jepang seperti Kiyomizu-dera. Semua ini membuat pengalaman bermain terasa imersif dan otentik.
Meskipun penuh tantangan, game ini tidak dirancang seperti Soulslike yang menekankan kegagalan berulang kali. Sutradara Satoru Nihei menyebut bahwa fokus utamanya adalah menghadirkan sensasi duel pedang yang otentik, sehingga lebih ramah bagi pemain baru namun tetap menantang bagi penggemar lama.
Dengan durasi cerita sekitar 20 jam dan struktur permainan yang linear namun padat, Onimusha: Way of the Sword diharapkan menjadi kebangkitan besar untuk salah satu seri klasik Capcom. Bagi para penggemar aksi samurai, game ini menjanjikan sebuah perjalanan penuh intensitas, keindahan sinematik, dan nuansa sejarah yang kental.









