Infomojokerto.id – Belakangan ini, terdapat beberapa pejabat di bawah Pemprov Jatim yang dicekal KPK. Salah satu yang paling ramai di lingkungan Pemkot Madiun. Pemkab Mojokerto sendiri lewat rilis Diskominfo menyatakan pernah di monev KPK November 2025 kemarin.
Bupati Mojokerto, Muhammad Al-Barraa, secara tegas menginstruksikan seluruh jajaran perangkat daerah untuk segera menindaklanjuti rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Hal ini disampaikan dalam acara penandatanganan Perjanjian Kinerja dan Pakta Integritas Tahun 2026 yang digelar sebagai wujud nyata komitmen transparansi dan akuntabilitas pemerintah daerah.
Sorotan utama tertuju pada hasil monitoring dan evaluasi KPK yang dilakukan pada November 2025 lalu.
Audit tersebut mencakup beberapa area krusial, yaitu tata kelola hibah, pengelolaan pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD, dan pengadaan barang dan jasa.
Bupati Al-Barraa menegaskan bahwa pakta integritas yang ditandatangani bukan sekadar seremoni, melainkan janji moral untuk menyelenggarakan pemerintahan yang bersih dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) serta penolakan tegas terhadap segala bentuk gratifikasi.
Selain aspek pengawasan, Bupati juga memaparkan evaluasi capaian kinerja makro Kabupaten Mojokerto tahun 2025 yang menunjukkan tren positif sebagai dasar perencanaan periode 2025-2029.
Pertumbuhan Ekonomi mencapai 6,05 persen pada triwulan III 2025, meningkat dibanding periode tahun sebelumnya.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik menjadi 77,46 dari angka 76,69 pada tahun 2024.
Penurunan Kemiskinan persentase penduduk miskin turun menjadi 8,79 persen dari sebelumnya 9,37 persen.
Kesehatan & Pendidikan angka Harapan Hidup (AHH) meningkat ke 75,28 tahun dan Harapan Lama Sekolah (HLS) naik menjadi 13,16 tahun.
Bupati mengingatkan bahwa target kinerja tahun 2026 harus lebih optimis atau minimal melampaui capaian tahun 2025. Ia menekankan bahwa keberhasilan visi-misi daerah tidak dapat dicapai secara sektoral, melainkan harus melalui kerja kolaboratif.
“Kepala perangkat daerah harus menjadi motivator dan inovator yang mampu menggerakkan seluruh sumber daya secara optimal,” pungkas Bupati Al-Barraa.









