Tim PKM-VGK UNESA Audiensi dengan Pemerintah Desa Trawas, Gali Masalah Hama Tikus untuk Kembangkan MOSAI

Infomojokerto.id – Sebagai bagian dari pengembangan MOSAI, Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Video Gagasan Konstruktif Universitas Negeri Surabaya melaksanakan audiensi bersama Pemerintah Desa Trawas, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali informasi mengenai kondisi pertanian di wilayah tersebut sekaligus memperoleh masukan terkait pengembangan gagasan inovasi yang sedang dirancang, Rabu (29/07/2026).

Audiensi dilakukan bersama Sekretaris Desa Trawas, Ibu Wiwit Sugiarti, yang menyampaikan bahwa serangan hama tikus masih menjadi salah satu permasalahan terbesar yang dihadapi petani di daerahnya. Menurutnya, pola serangan tikus saat ini juga berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Tikus-tikus zaman sekarang sudah berevolusi mbak, sudah pintar. Mereka tidak membuat tanamannya mati, tetapi membuat buah atau bulir padinya habis” jelas Ibu Wiwit.

Dalam kesempatan tersebut, Tim PKM-VGK UNESA juga memperkenalkan gagasan MOSAI sebagai inovasi yang dirancang untuk membantu petani dalam memantau dan mengendalikan hama tikus di lahan persawahan. Menanggapi hal tersebut, Ibu Wiwit memberikan apresiasi terhadap gagasan yang diusung oleh tim.

MOSAI ini adalah sebuah terobosan baru di lahan persawahan” ungkapnya.

Ia berharap inovasi tersebut dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat bagi para petani, khususnya dalam menghadapi permasalahan hama tikus yang selama ini menjadi tantangan di wilayah Desa Trawas.

“Kami berharap inovasi MOSAI ini dapat bermanfaat bagi para petani di sini. Selain itu, hasil video yang dibuat oleh tim juga diharapkan dapat menjadi media edukasi mengenai pengendalian hama tikus bagi petani ke depannya” tambah Ibu Wiwit.

Melalui audiensi ini, Tim PKM-VGK UNESA memperoleh berbagai masukan yang akan menjadi bahan evaluasi dalam penyempurnaan MOSAI. Dukungan dari Pemerintah Desa Trawas akan memperkuat pengembangan MOSAI agar semakin sesuai dengan kebutuhan petani di lapangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *