80 Pelaku IKM Mojokerto Dapat Pelatihan Digital Marketing dan Branding

Infomojokerto.id – Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus memperkuat sektor ekonomi kerakyatan dengan menyasar langsung pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM). Sedikitnya 80 pelaku IKM se-Kabupaten Mojokerto mengikuti pelatihan digital marketing dan branding yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Mojokerto, Selasa (23/9).

Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa menegaskan, pelatihan ini penting agar IKM tidak tertinggal dalam arus ekonomi digital.

“Dengan digital marketing dan branding, pasar akan semakin luas, tidak hanya dari Mojokerto tapi juga dari luar daerah,” ujarnya saat membuka kegiatan di Aula Kejari Mojokerto.

Data Disperindag mencatat, IKM merupakan tulang punggung ekonomi Kabupaten Mojokerto. Hingga 2024, jumlah pelaku IKM yang terdata mencapai lebih dari 15 ribu unit usaha yang bergerak di sektor makanan, minuman, kerajinan, hingga fashion. Namun, sebagian besar masih menghadapi kendala dalam pemasaran, akses pasar, dan legalitas produk.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemkab Mojokerto tak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga fasilitas tambahan. Di antaranya ruang Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) yang bisa digunakan pelaku IKM untuk berjualan melalui live streaming, serta fasilitasi sertifikasi halal bekerja sama dengan Universitas Airlangga. Tahun ini, kuota sertifikasi halal bagi IKM Mojokerto meningkat signifikan, bahkan melampaui batas awal 200 unit usaha.

Kepala Kejari Mojokerto Endang Tirtana menambahkan, sertifikasi halal akan memperluas pasar IKM hingga mancanegara.

“Pentingnya sertifikasi halal adalah untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, membuka peluang ekspor, serta melindungi ekonomi rakyat dari gempuran produk asing,” tegasnya.

Selain pelatihan, Pemkab Mojokerto juga menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai bagian dari strategi menjaga daya beli masyarakat sekaligus menguatkan rantai pasok pangan lokal.

Dengan berbagai program tersebut, diharapkan sektor IKM Mojokerto mampu naik kelas dan menjadi penopang utama ekonomi Bumi Majapahit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *