Infomojokerto.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto berkomitmen penuh dalam menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Langkah nyata ini diperkuat oleh penerbitan Surat Edaran Bupati Mojokerto Nomor 0000/700/416-201/2026 yang ditujukan kepada jajaran Forkopimda, instansi daerah, BUMD, pihak kecamatan dan desa, hingga seluruh pelaku usaha dan masyarakat setempat.
Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Rizal Oktavian, yang mewakili Bupati Mojokerto, menyampaikan bahwa keberhasilan SE2026 sangat bertumpu pada partisipasi aktif dari semua elemen masyarakat. Mengingat posisi strategis Kabupaten Mojokerto di kawasan Gerbangkertasusila, ketersediaan data ekonomi yang valid dan berkualitas menjadi hal yang sangat krusial.
“Sensus Ekonomi 2026 ini bukan sekadar pendataan rutin, melainkan sebuah investasi jangka panjang bagi masa depan ekonomi kita. Data yang akurat akan menjadi fondasi pemerintah dalam merancang program pembinaan, membuka akses permodalan, membangun infrastruktur, hingga memperluas pasar,” jelas Wabup Rizal dalam agenda Kolaborasi Kabupaten Mojokerto untuk SE2026 di Smart Room Satya Bina Karya (SBK), Senin (25/5) siang.
Sebagai simbol dukungan, acara tersebut juga diisi dengan Penandatanganan Komitmen Bersama yang melibatkan Forkopimda, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan asosiasi pelaku usaha. Wabup Rizal mengingatkan agar masyarakat dan pelaku bisnis memberikan data secara jujur dan terbuka, karena kualitas data tersebut akan menentukan arah kebijakan pembangunan daerah ke depan. Ia juga menginstruksikan aparatur daerah hingga tingkat desa untuk aktif mengedukasi warga mengenai pentingnya SE2026.
Kabupaten Mojokerto memiliki modal ekonomi yang kuat dengan wilayah seluas 969,36 kilometer persegi yang mencakup 18 kecamatan, 304 desa/kelurahan, serta populasi lebih dari 1,16 juta jiwa. Berikut adalah profil ekonomi makro daerah tersebut:
-
Pertumbuhan Ekonomi (2025): Tumbuh positif sebesar 5,56 persen.
-
PDRB Per Kapita: Meningkat 4,79 persen menjadi Rp105,45 juta.
-
Kontribusi Regional: Menjadi penyumbang ekonomi terbesar ketujuh di Jawa Timur dengan kontribusi 3,65 persen.
-
Iklim Investasi: Nilai Incremental Capital Output Ratio (ICOR) periode 2018–2025 konsisten berada di bawah rata-rata provinsi, menandakan investasi di Mojokerto sangat efisien dan produktif.
Dominasi Sektor Ekonomi:
-
Sektor Industri Pengolahan: 58,49%
-
Sektor Perdagangan: 10,16%
-
Sektor Pertanian: 7,24%
Pelaksanaan SE2026 ini dinilai sangat sejalan dengan visi pembangunan jangka menengah Kabupaten Mojokerto (2025-2029), yaitu ‘Terwujudnya Kabupaten Mojokerto yang Lebih Maju, Adil, dan Makmur’. Sensus ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, UMKM, koperasi, BUMDesa, serta menunjang pembangunan infrastruktur ekonomi.
“Sinergi antara Pemkab Mojokerto dan BPS adalah kunci utama. Kami berharap seluruh pihak terlibat aktif agar Sensus Ekonomi 2026 mampu menghasilkan data yang valid, akurat, dan tepercaya,” tutup Wabup Rizal.









