Infomojokerto.id – Bupati Mojokerto, Muhammad Albarra, memberikan perhatian serius terhadap tiga sektor utama yakni pendidikan, kesehatan, dan ekonomi perempuan dalam pembukaan Rapat Kerja (Raker) Tim Penggerak PKK Kabupaten Mojokerto Tahun 2026. Acara yang digelar pada Selasa (31/3) pagi di Hotel Vanda Gardenia Trawas ini menjadi ajang konsolidasi besar bagi ribuan kader di Bumi Majapahit.
Dalam arahannya, Bupati yang akrab disapa Gus Barra ini menegaskan bahwa gerakan PKK tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Ia meminta agar seluruh program kerja disusun dengan skema yang terukur guna memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas di seluruh pelosok desa.
“Seluruh upaya tersebut hendaknya dilaksanakan secara terkoordinasi, terintegrasi, dan berbasis data, serta bersinergi dengan seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan lainnya,” tegas Gus Barra di hadapan para kader.
Gus Barra menilai, Raker ini mencerminkan semangat baru dalam membangun kekompakan antara pengurus tingkat kabupaten hingga kecamatan. Koordinasi yang kuat dianggap sebagai kunci utama agar visi dan misi Pemerintah Kabupaten Mojokerto dapat terakselerasi dengan baik melalui tangan para ibu PKK.
“Harapannya, terwujud komitmen yang kuat dalam koordinasi dan sinkronisasi untuk menyatukan gerakan PKK dalam mendukung visi dan misi Pemerintah Kabupaten Mojokerto,” ujarnya.
Terkait sektor kesehatan, Bupati Mojokerto memberikan catatan khusus pada percepatan penurunan angka stunting. Ia meminta PKK melakukan intervensi menyeluruh, mulai dari perbaikan gizi hingga sanitasi lingkungan secara berkelanjutan di tingkat keluarga.
“Pendampingan ini harus dilakukan secara terpadu, tidak hanya dari aspek kesehatan, tetapi juga mencakup edukasi gizi, pola asuh, sanitasi lingkungan, serta peningkatan kesadaran keluarga,” jelas orang nomor satu di Pemkab Mojokerto tersebut.
Pada sektor ekonomi, Gus Barra mendorong PKK untuk menjadi garda terdepan dalam pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan perempuan. Ia menaruh harapan besar pada program “Perempuan Berkarya” agar para ibu di Mojokerto memiliki kemandirian ekonomi yang tangguh.
“Program perempuan berkarya diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, kreativitas, serta kemandirian ekonomi perempuan sehingga dapat berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah,” tambahnya.
Isu pendidikan juga menjadi sorotan tajam Bupati dalam Raker tersebut. Ia meminta kader PKK aktif melakukan penyisiran terhadap anak-anak yang putus sekolah atau tidak bersekolah agar mereka bisa kembali mendapatkan hak pendidikannya melalui layanan yang tersedia.
“Melalui pendekatan keluarga dan masyarakat, PKK diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan sekaligus membantu menghubungkan anak-anak tersebut dengan layanan pendidikan yang tersedia,” ungkap Gus Barra.
Selain itu, ia menegaskan bahwa PKK harus mampu memperkuat ketahanan keluarga. Hal ini penting agar masyarakat memiliki daya tahan yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan dinamika sosial maupun ekonomi yang kian kompleks.
“PKK diharapkan mampu memperkuat ketahanan keluarga agar lebih tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan sosial ekonomi,” imbuhnya dalam sambutan tersebut.
Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto, Shofiya Hanak Albarra, menyatakan bahwa program kerja tahun 2026 ini telah disusun dengan melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis. Sinergi ini mencakup dinas kesehatan, pendidikan, hingga dinas lingkungan hidup untuk memastikan program tepat sasaran.
“Kegiatan raker ini kami harapkan dapat berjalan lancar, membawa keberkahan dan motivasi, serta menjadi penguat dalam pelaksanaan program kerja PKK di tahun 2026. Terima kasih atas kerjasama, dedikasi, dan kerja keras seluruh pihak dalam menjalankan amanah,” pungkas Shofiya.









