Infomojokerto.id – Pemerintah melakukan penyesuaian terhadap skema pembiayaan program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih dalam rangka mempercepat pembangunan dan operasionalisasi 80.000 koperasi di seluruh Indonesia.
Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Ahmad Zabadi, menjelaskan bahwa pembiayaan yang sebelumnya dilakukan langsung oleh bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) berdasarkan proposal koperasi, kini dialihkan menjadi pembiayaan investasi capital expenditure (capex) senilai Rp2,5 miliar dari total plafon Rp3 miliar per unit koperasi.
“Investasi capex ini mencakup pembangunan fisik seperti gerai, gudang, serta perlengkapan operasional seperti kendaraan, alat produksi, hingga fasilitas usaha seperti klinik dan apotek agar operasional koperasi berjalan efektif,” ujar Zabadi dalam temu media di Jakarta, Jumat 7 November 2025 kemarin.
Sisa Rp500 juta dari plafon tersebut akan digunakan untuk biaya operasional (opex) sebagai modal kerja koperasi.
Zabadi menambahkan, pembangunan infrastruktur Kopdes/Kel Merah Putih dilaksanakan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) dan mendapat dukungan penuh dari TNI. Infrastruktur yang dibangun terdiri dari tujuh gerai wajib, antara lain kantor koperasi, gerai sembako, unit simpan pinjam, klinik desa, apotek desa, cold storage, dan sarana logistik termasuk gudang penyimpanan.
Meskipun demikian, ia menyebutkan bahwa rincian skema pembiayaan masih menunggu finalisasi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terbaru. “Kami sedang fokus pada pembangunan capex, yaitu infrastrukturnya,” tegasnya.
Saat ini, lebih dari 8.000 unit Kopdes/Kel Merah Putih tengah dalam tahap pembangunan. Pemerintah menargetkan percepatan signifikan dalam dua bulan ke depan.
Pada November 2025, data tanah yang masuk diharapkan mencapai 40.000 bidang, dengan 20.000 titik mulai dibangun. Kemudian pada Desember 2025, ditargetkan pembangunan baru mencapai 40.000–50.000 titik, sehingga total tanah terdata bisa menembus 80.000 bidang.
Seluruh pembangunan fisik Kopdes/Kel Merah Putih ditargetkan selesai pada Maret 2026.
Sebelumnya, Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono menjelaskan bahwa pembangunan koperasi ini didanai melalui skema kredit bank Himbara, yang disalurkan kepada PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) untuk melaksanakan pembangunan fisik gerai, pergudangan, dan fasilitas pendukung koperasi.









