Infomojokerto.id – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Bakso Mbak Wati di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, terus menunjukkan perkembangan positif sejak berdiri pada tahun 2018. Didirikan oleh Ibu Wati, usaha kuliner ini dikenal dengan cita rasa bakso khas yang konsisten serta inovasi produk yang mengikuti tren pasar.
Produk utama yang ditawarkan antara lain bakso urat, bakso telur, dan bakso keju, yang disajikan dengan kuah gurih serta pelengkap seperti mie, bihun, dan tahu. Selain dijual langsung di warung, kini Bakso Mbak Wati juga mulai memperluas pasar dengan menghadirkan produk frozen food agar konsumen dapat menikmati bakso di rumah.
Mahasiswi Program Studi Akuntansi STIE Al-Anwar Mojokerto, Frenda Putri Fe Shinta, yang melakukan analisis terhadap usaha ini, menilai bahwa Bakso Mbk Wati memiliki prospek cerah bila mampu mengelola keuangan secara lebih modern.
“Dari hasil observasi saya, pencatatan transaksi di Bakso Mbak Wati masih dilakukan secara manual menggunakan buku kas harian. Ini sudah baik sebagai langkah awal, tetapi akan lebih efisien jika menggunakan sistem pencatatan digital sederhana seperti aplikasi Buku Kas atau Majoo,” ujar Frenda saat ditemui, Sabtu (9/11).
Menurut Frenda, penerapan sistem digital tidak hanya mempermudah pengawasan arus kas, tetapi juga dapat membantu pemilik usaha dalam membuat laporan keuangan yang lebih akurat. Hal ini penting untuk mendukung keputusan bisnis dan pengembangan usaha di masa mendatang.
Dari sisi analisis SWOT, Frenda menyebutkan bahwa kekuatan utama Bakso Mbak Wati terletak pada rasa yang khas, harga terjangkau, dan pelayanan ramah. Namun, masih terdapat kelemahan seperti keterbatasan modal dan pengelolaan keuangan yang belum optimal.
“Peluang usaha ini besar karena minat masyarakat terhadap makanan cepat saji lokal semakin meningkat. Jika dikelola dengan baik, Bakso Mbak Wati bisa memperluas pasar melalui platform online dan layanan pesan antar,” tambahnya.
Ibu Wati selaku pemilik usaha juga mengaku bersyukur atas perhatian dan masukan dari kalangan akademisi. “Saya berterima kasih atas analisis dari mahasiswa STIE Al-Anwar. Saran seperti pencatatan digital dan promosi lewat media sosial memang sedang kami pertimbangkan,” ungkapnya.
Dengan dukungan inovasi dan pembinaan berkelanjutan, UMKM Bakso Mbak Wati diharapkan dapat berkembang menjadi usaha kuliner unggulan di Mojokerto yang tidak hanya menjaga cita rasa tradisional, tetapi juga mampu bersaing di era digital.









