Infomojokerto.id – Kalau dulu panggung hiburan rakyat hanya diisi penyanyi dan organ tunggal, kini pemandangannya berubah. Ada satu profesi baru yang sedang naik daun: dancer sound horeg.
Kemunculan dancer ini seiring booming-nya sound system dengan dentuman bass yang menggelegar. Keberadaan mereka sudah seperti paket wajib di setiap gelaran sound horeg di desa-desa.
Tugasnya sederhana tapi penting: menghidupkan suasana. Dengan goyangan energik, ekspresi, dan interaksi ke penonton, dancer mampu membuat ribuan warga yang datang semakin larut dalam musik.
Menariknya, banyak dari mereka yang awalnya adalah influencer lokal di TikTok dan Instagram. Konten joget mereka yang viral di media sosial justru jadi “CV” untuk dilirik panitia sound horeg.
Salah satu dancer asal Mojokerto, Dinda, mengaku awalnya hanya iseng bikin konten. Tapi karena videonya banyak ditonton, tawaran job mulai berdatangan.
“Dari awal cuma joget-joget buat konten. Eh tau-tau ada yang nawarin manggung di sound horeg. Sekarang sebulan bisa 3-4 kali job. Alhamdulillah banget,” ujar Dinda.
Bayaran yang didapat juga lumayan untuk ukuran anak muda desa. Sekali manggung bisa dapat ratusan ribu, belum lagi bonus saweran dari penonton yang semangat.
Panitia event juga mengaku sengaja memasukkan dancer ke dalam lineup. Alasannya jelas: acara jadi lebih hidup dan penonton betah berlama-lama.
“Sound tanpa dancer itu rasanya kurang. Penonton sekarang maunya ada yang ngajak joget di depan. Makanya kami cari dancer yang sudah punya nama di sosmed,” kata Agus salah satu pemuda peserta sound lokal, di Karnaval Sound Horeg Kedungmaling Sooko Mojokerto.
Fenomena ini membuktikan bahwa dunia hiburan rakyat terus berevolusi. Dari sekadar musik, kini berkembang menjadi pertunjukan lengkap dengan visual dan performa.
Dengan job yang terus mengalir, dancer sound horeg diprediksi akan jadi profesi favorit anak muda di desa. Kombinasi antara konten digital dan panggung nyata ini membuka lapangan rezeki baru di tengah masyarakat.









