Pemkab Mojokerto Dukung Revisi Zonasi Kawasan Cagar Budaya Nasional Trowulan

Infomojokerto.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto bersama Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menggelar Konsultasi Publik Revisi Sistem Zonasi Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional Trowulan, Kamis (30/10), di Pendopo Graha Maja Tama (GMT) Kabupaten Mojokerto.

Kegiatan ini dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Direktur Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan RI I Made Dharma Suteja, perwakilan Kementerian ATR/BPN, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI, serta Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) dari Kabupaten Mojokerto dan Jombang.

Direktur Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan RI, I Made Dharma Suteja, menjelaskan bahwa revisi zonasi diperlukan karena adanya temuan baru di beberapa situs seperti Klinterejo, serta perubahan kondisi di Situs Grogol. Ia menegaskan penyesuaian zonasi penting untuk melindungi cagar budaya sekaligus mengakomodasi kebutuhan ekonomi masyarakat sekitar.

“Perlu adanya penyesuaian sistem zonasi di Kawasan Trowulan untuk perlindungan cagar budaya serta pemenuhan kebutuhan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Bupati Mojokerto Muhammad Albarra menegaskan, Trowulan merupakan jejak peradaban besar Majapahit yang menjadi kebanggaan bangsa. Ia menilai konsultasi publik ini sebagai langkah strategis untuk menata, memanfaatkan, dan melindungi kawasan bersejarah tersebut tanpa mengabaikan nilai-nilai budaya.

“Trowulan bukan sekadar situs arkeologi, tetapi jejak peradaban besar yang harus kita jaga dan wariskan kepada generasi penerus,” tegasnya.

Albarra menambahkan, Pemkab Mojokerto berkomitmen mendukung pelestarian Kawasan Cagar Budaya Trowulan melalui kebijakan pembangunan yang berwawasan budaya. Ia berharap kawasan tersebut dapat menjadi pusat pembelajaran sejarah dan wisata budaya unggulan yang memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Kita ingin Trowulan dihidupkan menjadi pusat penelitian, pendidikan, dan pariwisata sejarah kelas dunia,” pungkasnya.

Kegiatan ini ditutup dengan diskusi terbuka antara pemerintah, ahli, dan masyarakat untuk merumuskan rekomendasi revisi zonasi yang komprehensif dan berkelanjutan bagi Kawasan Cagar Budaya Nasional Trowulan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *