Perkuat Implementasi Perda Disabilitas, Bupati Mojokerto Dorong Ekosistem Inklusif di Sektor Pendidikan

Infomojokerto.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto kembali menegaskan komitmennya dalam implementasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2021 tentang Penyandang Disabilitas. Penegasan ini disampaikan Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa, saat memimpin peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) ke-33 Tahun 2025 di TK-SD Nurul Islam, Desa Sumengko, Kecamatan Jatirejo, Rabu (3/12).

Dalam agenda tersebut, Bupati menyoroti peran strategis tenaga pendamping dan orang tua sebagai elemen fundamental dalam struktur penanganan disabilitas di daerah.

Pengakuan Terhadap Garda Terdepan Di hadapan ratusan peserta yang terdiri dari guru pendamping khusus, orang tua, dan penyandang disabilitas, Bupati Albarraa menyatakan bahwa keberhasilan kebijakan inklusif tidak bisa hanya bergantung pada regulasi pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan teknis di lapangan.

Ia menyebut para guru pendamping dan orang tua sebagai “Pahlawan Kemanusiaan” karena peran krusial mereka dalam memberikan pendidikan dan pengasuhan awal.

“Mereka adalah tangan pertama yang menuntun anak-anak berkebutuhan khusus. Tanpa dedikasi mereka, upaya membangun kepercayaan diri dan kemandirian difabel akan sulit terwujud,” tegas Gus Barra.

Fokus pada Ekosistem Inklusif Mengusung tema ‘Membangun Masyarakat Inklusif bagi Penyandang Disabilitas untuk Mendorong Kemajuan Sosial’, Pemkab Mojokerto menekankan pentingnya sinergitas lintas sektor. Bupati mendesak terciptanya lingkungan yang bebas hambatan, baik secara fisik maupun sosial, agar potensi penyandang disabilitas dapat tersalurkan secara maksimal.

“Ini bukan sekadar belas kasihan, tetapi tentang pemberian ruang dan kesempatan yang setara agar mereka bisa berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa,” tambahnya.

Realisasi Bantuan Sosial Selain penguatan narasi kebijakan, acara ini juga dibarengi dengan aksi konkret berupa penyaluran paket bantuan sembako kepada para penyandang disabilitas di wilayah Jatirejo. Bantuan ini merupakan bagian dari jaring pengaman sosial yang disiapkan pemerintah daerah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh jajaran pejabat teknis, antara lain Kepala Dinas Sosial, Plt. Kepala Dinas Pendidikan, serta Forkopimca Jatirejo. Kehadiran perwakilan dunia usaha dalam acara ini juga menandakan dimulainya kolaborasi sektor swasta dalam mendukung program inklusivitas di Kabupaten Mojokerto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *