Kelompok Ternak Aliansi Masyarakat Proletar Jombang Bersiap Menuju Tata Kelola Profesional Pasca-Verifikasi Ditjen PKH

Infomojokerto.id – Harapan besar tengah membumbung di kalangan peternak rakyat seiring dengan komitmen kuat pemerintah dalam menguatkan ketahanan pangan nasional lewat sektor perunggasan. Pelaku usaha peternakan di tingkat akar rumput kini bersiap mengambil peran sentral melalui Program Pengembangan Ayam Petelur yang saat ini telah memasuki tahapan krusial berupa verifikasi faktual kesiapan kandang di Kabupaten Jombang.

Bagi para peternak di Kabupaten Jombang, turunnya Surat Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Nomor B.26018/PL.010/F.2.B/05/2026 menjadi angin segar karena daerah mereka dipastikan mengamankan jatah 9 paket Program Pengembangan Ayam Petelur. Momentum ini dimaknai sebagai peluang emas bagi peternak lokal untuk membuktikan kapasitas mereka dalam mendongkrak suplai telur domestik sekaligus menyediakan sumber protein hewani bermutu yang ramah di kantong warga.

Langkah nyata untuk mematangkan kesiapan tersebut terlihat pada Kamis (18/6/2026), saat para peternak menerima kunjungan langsung dari tim verifikator Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian. Kelompok Ternak Aliansi Masyarakat Proletar di Kabupaten Jombang menjadi salah satu basis peternak yang dinilai kelayakannya dalam mengelola program ini.

Di hadapan tim verifikator, para peternak memaparkan kesiapan totalitas mereka mulai dari keterbukaan berkas administrasi internal, standardisasi fisik kandang, ketersediaan lahan pengembangan, kapasitas SDM, hingga cetak biru pengelolaan usaha yang mandiri. Peninjauan objektif ini sangat dinantikan oleh kelompok peternak guna memastikan kelayakan mereka sebagai penerima manfaat yang kredibel.

Pihak Ditjen PKH Kementerian Pertanian yang turun ke lokasi mengapresiasi kesiapan para peternak dan mengingatkan bahwa program ini menuntut kemandirian peternak rakyat agar tidak hanya berfokus pada jumlah ternak, tetapi pada kesinambungan pemenuhan gizi masyarakat sekitar.

“Pemerintah berharap program ini dapat mendorong tumbuhnya peternak-peternak mandiri di daerah. Produksi telur yang meningkat akan membantu memenuhi kebutuhan protein masyarakat sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi kelompok penerima manfaat,” ujarnya Ismu, saat melakukan verifikasi lapangan.

Ismu menjelaskan lebih lanjut bahwa penguatan kapasitas peternak di tingkat bawah merupakan instrumen inti yang dipilih pemerintah untuk menyukseskan visi pangan nasional.

“Telur merupakan salah satu sumber protein yang murah, mudah diperoleh, and memiliki nilai gizi yang tinggi. Karena itu, pengembangan ayam petelur menjadi salah satu fokus pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kualitas gizi masyarakat,” tambah Ismu.

Mendengar arahan tersebut, Baret Mega Lanang selaku Ketua Kelompok Ternak Aliansi Masyarakat Proletar langsung menyampaikan rasa optimisme dan apresiasi mendalam mewakili seluruh peternak di daerahnya.

“Kami berterima kasih kepada Kementerian Pertanian melalui Ditjen PKH yang telah turun langsung melakukan verifikasi dan pembinaan. Program ini menjadi harapan besar bagi kelompok kami untuk mengembangkan usaha peternakan ayam petelur yang lebih profesional dan berkelanjutan,” katanya.

Bagi Baret dan rekan-rekan peternak lainnya, kehadiran program ini adalah momentum transformasi ekonomi yang nyata untuk meningkatkan taraf hidup anggota kelompok sekaligus menjalankan fungsi sosial sirkular.

“Kami siap menjalankan program ini dengan sebaik-baiknya. Harapan kami, produksi telur dari kelompok-kelompok penerima bantuan nantinya dapat mendukung penyediaan protein murah bagi masyarakat serta membantu menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini menjadi prioritas pemerintah,” ujarnya dengan tegas.

Guna menyelaraskan semangat peternak dengan standar teknis kementerian, para anggota kelompok peternak ini juga menyerap secara antusias pembekalan ilmu mengenai manajemen budidaya layer, tata cara penghematan pakan, mitigasi penyakit unggas, hingga penguatan sistem keamanan hayati (biosecurity). Pengetahuan ini menjadi modal berharga bagi peternak untuk meminimalisir risiko kerugian di kemudian hari.

Melalui kepastian jatah 9 paket Program Pengembangan Ayam Petelur di wilayah Jombang, para peternak lokal kini menatap masa depan dengan lebih percaya diri sebagai motor penggerak ekonomi sirkular di pedesaan. Melalui tangan dingin para peternak inilah, target swasembada telur, stabilitas harga pangan segar, serta penyediaan asupan bergizi tinggi bagi generasi penerus bangsa Indonesia diharapkan dapat terwujud secara nyata dari desa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *